Dalam rangka memperingati Hari
Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026, SMAN 1 Playen sukses menggelar simulasi
penanggulangan bencana gempa bumi pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini
menjadi momentum krusial bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat mitigasi
dan respons cepat terhadap ancaman bencana.
Mengusung tema nasional “Dua
Dasawarsa Gempa Jogja: Bangkit dan Siaga Bencana”, simulasi ini melibatkan
seluruh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini dirancang
sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh komunitas sekolah
saat menghadapi situasi darurat yang tidak terduga.
Melatih Respon Cepat dan
Prosedur Evakuasi
Selama simulasi berlangsung, para
peserta dipandu untuk memahami prosedur penyelamatan diri yang sistematis dan
benar. Fokus utama pelatihan meliputi:
1. Tindakan
Saat Gempa: Teknik perlindungan diri segera setelah sirine tanda gempa
dibunyikan.
2. Prosedur
Evakuasi: Cara keluar dari ruang kelas dengan tertib dan tenang menuju titik
kumpul (assembly point) yang telah ditentukan.
3. Disiplin
Darurat: Membangun sikap tanggap dan disiplin guna meminimalkan risiko
kepanikan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Membangun Budaya Sadar Bencana
Kepala SMAN 1 Playen menekankan
bahwa simulasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembangunan
budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.
"Kegiatan ini menjadi
pengingat bagi kita semua bahwa kesiapsiagaan, kepedulian, dan tindakan cepat
adalah kunci utama keselamatan. Melalui simulasi ini, kita tidak hanya belajar
teori, tetapi melatih mental agar tetap tangguh dan sigap apabila sewaktu-waktu
terjadi bencana di lingkungan sekolah," ungkap pihak sekolah.
Melalui penyelenggaraan kegiatan
ini, SMAN 1 Playen berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang
aman (safe school), tangguh, dan memiliki pemahaman mitigasi bencana yang
mumpuni. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh hari ini dapat membentuk
karakter warga sekolah yang siap siaga, tidak hanya di lingkungan sekolah namun
juga di tengah masyarakat luas.





0 Comments